Mempelajari Fungsi Komponen Elektronika yang Berbeda-beda

Fungsi komponen elektronika merupakan sesuatu yang wajib untuk anda ketahui. Terutama jika anda sedang mempelajari ilmu elektronika. Sama halnya dengan ketika anda mempelajari komponen dasar, maka mempelajari fungsi ini juga menjadi salah satu hal yang wajib. Karena  jika anda tidak mengenal komponen beserta fungsinya, anda tidak akan bisa melangkah ke step selanjutnya yang mungkin lebih sulit. Salah satunya adalah untuk merangkai sebuah rangkaian elektronika. Setiap komponen yang digunakan pasti memiliki fungsi yang berbeda sehingga penting untuk diketahui. Beberapa komponen elektronika yang mungkin sudah anda ketahui seperti resistor, transistor, dioda, induktor, dan lain sebagainya. Dalam artikel ini akan lebih dibahas secara dalam mengenai fungsi-fungsi dari komponen tersebut.

macam-macam komponen elektronika

Contoh komponen elektronika

Komponen pertama yang akan dibahas fungsinya adalah resistor. Alat ini merupakan salah satu komponen dasar dalam sebuah rangkaian elektronika. Resistor pasti akan selalu digunakan karena fungsinya yang memang penting. Sesuai dengan namanya, maka fungsi komponen elektronika yang satu ini adalah untuk menghambat atau mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian elektronika. Satuan nilai resistor atau hambatan adalah Ohm. Biasanya, nilai resistor ini akan diwakili dengan kode angka maupun gelang warna pada badan resistor. Hambatan resistor ini juga kemudian dikenal sebagia resistansi atau resistance. Resistor memiliki jenis-jenisnya sendiri, antara lain, resistor yang nilainya tetap, resistor yang nilainya bisa diatur, resistor yang nilainya bisa berubah sesuai dengan intensitas cahaya, serta resistor yang nilainya bisa berubah sesuai dengan perubahan suhu.

Setelah resistor, ada kapasitor yang sering juga disebut sebagai kondensator. Fungsi komponen elektronika yang satu ini adalah sebagai komponen pasif yang menyimpan energi atua muatan listrik untuk sementara waktu. Selain itu, kapasitor juga berfungsi untuk memilih gelombang radio pada rangkaian tuner sebagai perata arus pada rectifier dan juga sebagai salah satu filter dalam sebuah rangkaian. Kapasitor memiliki satuan nilai Farad. Hampir sama dengan resistor, komponen ini juga terbagi dalam beberapa jenis. Jenis-jenis kapasitor yaitu kapasitor yang nilainya tetap dan tidak berpolaritas, kapasitor yang nilainya tetap tetapi memiliki polaritas positif dan negatif, serta kapasitor yang nilainya bisa diatur.

komponen peralatan elektronika

Contoh Komponen Elektronika

Selanjutnya ada induktor yang dikenal juga sebagai kumparan. Fungsi komponen elektronika yang satu ini adalah sebagai pengatur frekuensi dan juga sebagai alat penyambung. Induktor bisa anda temukan dengan mudah pada sebuah rangkaian elektronika yang memiliki hubungan dengan frekuensi seperti tuner untuk pesawat radio. Satuan dari induktor adalah Henry (H). Induktor kemudian dibagi menjadi dua jenis yaitu induktor yang nilainya tetap dan induktor yang nilainya bisa diatur atau sering juga disebut sebagai coil variable.

Lalu ada juga dioda yang merupakan salah satu komponen elektronika aktif. Fungsi dari komponen yang satu ini adalah untuk menghantarkan arus listrik ke suatu arah kemudian menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Dioda ini terdiri dari dua elektroda dengan nama anoda dan katoda. Kemudian berdasarkan fungsinya, dioda dibagi menjadi beberapa jenis. Ada dioda biasa yang umumnya terbuat dari silikon. Ada dioda zener yang memiliki fungsi untuk mengamankan rangkaian setelah tegangan yang ditentukan. Berikutnya ada LED atau dioda emisi cahaya. Lalu ada dioda foto yang memiliki kepekaan tinggi pada cahaya. Ada pula dioda schottky yang menjadi pengendali dan yang terakhir adalah dioda laser yang memancarkan cahaya laser. Demikianlah fungsi komponen elektronika yang perlu anda ketahui.