Pengertian Transformator

Pengertian Transformator merupakan sebuah bagian dari komponen elektronika yang memiliki fungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan listrik. Transformator dikenal juga sebagai trafo. Fungsi transformator ini sangatlah penting dalam sebuah sistem atau rangkaian elektronika. Transformator memiliki peran untuk menyalurkan tenaga atau daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan yang lebih rendah. Ataupun sebaliknya. Tetapi, semuanya itu dilakukan dalam frekuensi yang sama. Karena itulah, dalam sebuah rangkaian elektronika, transformator merupakan komponen yang paling penting dan termasuk dalam golongan mesin listrik statis. Transformator memiliki bentuk empat persegi panjang dimana pada bagian dalamnya tersusun pelat baja berbentuk huruf E. Transformator sendiri terbuat dari kawat tembaga yang memiliki ukuran kecil, yang melilit pelat tersebut membentuk sebuah lilitan primer dan sekunder.

Transformator sendiri memiliki dua jenis. Yang pertama ada transformator step up. Transformator step up memiliki tugas untuk menaikkan tegangan arus listrik. Pada transformator step up ini, lilitan sekunder lebih banyak jumlahnya kalau dibandingkan dengan lilitan primernya. Kemudian selanjutnya ada transformator step down. Pengertian transformator step down merupakan transformator yang berfungsi untuk menurunkan tegangan arus listrik. Berbeda dengan transformator step up, lilitan primer pada transformator step down lebih banyak jumlahnya kalau dibandingkan dengan lilitan sekunder. Meskipun berbeda, keduanya sama-sama memegang peranan yang penting bagi sebuah rangkaian elektronika.

Pengertian Transformator

Contoh Gambar Pengertian Transformator

Contoh dari transformator step up dapat dilihat dari pemakaian barang elektronik. Seperti kulkas, tv, komputer, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk transformator step down, contoh penggunaannya dapat dilihat pada adaptor. Transformator memiliki prinsip kerja induksi elektromagnetik. Dimana bila terjadi suatu perubaha fluks magnet pada kumparan primer, maka selanjutnya akan diteruskan ke kumparan sekunder dan menghasilkan suatu gaya gerak listrik (GGL) induksi dan juga arus induksi. Supaya bisa selalu terjadi perubahan fluks magnet, maka arus yang masuk haruslah selalu berupa arus bolak-balik.

Sekian dahulu artikel singkat mengenai pengertian transformator dan jenis-jenisnya. Semoga setelah membaca ulasan singkat ini, anda menjadi lebih mengerti seputar pengertian transformator. Baca juga artikel menarik lainnya, seperti Fungsi Transformator, Sensor Tekanan, Macam-Maca Dioda dan Dioda Bridge.

No Responses

Leave a Reply