Rangkaian ADC

Rangkaian ADC (Analog Digital Converter) adalah rangkaian elektronika yang dapat mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Pada awalnya sinyal yang tidak memiliki nilai numericnya dengan menggunakan rangkaian ADC maka menjadi sinyal yang mempunyai sifat numeric. Saat ini juga sudah banyak IC yang dibuat dengan menggunakan fungsi ADC, bahkan ada juga yang langsung terintegrated dengan IC Mikrokontroller yang dapat mendukung aplikasi rangkaian dengan lebih komplek.

Prinsip kerja rangkaian ADC berasal dari sinyal analog yang mempunyai jangka amplitudo dari 0 Volt sampai tegangan yang dihasilkan bisa dibagi menjadi beberapa bagian. Nantinya setiap bagian yang sudah dipotong dapat mewakili satu angka numeric atau digital. Contohnya adalah rangkaian yang menggunakan sistem ADC kemudian menerapkan aturan jangka tegangan per 1 mV maka akan menghasilkan output 1 angka numeric. Jika input sinyal analog memiliki tegangan 20 mV maka anda harus membagi jangka amplitudo 20 mV menjadi 20 bagian, sehingga nantinya akan didapatkan output dengan jumlah numeric 20.

Dengan penjelasan diatas, rangkaian ADC juga dapat berfungsi untuk membagi tegangan analog dengan batas pembagian per 1 mV. Lain ceritanya apabila kita menggunakan rangkaian ADC, tapi dengan jangka pembagian per 1 mV untuk mewakili satu keluaran numeric. Maka dapat kita pastikan bahw sinyal input analog 20 mV hanya akan menghasilkan keluaran digital numeric 1. Begitu pula dengan sinyal analog 30 mV, 45 mV, 60 mV, 500 mV atau berapapun nilai sinyal analog asalkan tidak melebihi dari 1 volt maka rangkaian tersebut tetap akan menghasilkan angka 1.

Rangkaian ADC

Analisa dari rangkaian adc diatas adalah memanfaatkan rangkaian pembanding op-amp sebagai rangkaian dasar. Jika terdapat sedikit perbedaan pada kedua terminal input op-amp maka akan menghasilkan tegangan sebesar Vdd atau Vcc. Dan jika tegangan pada terminal positif lebih besar dari pada terminal negative maka keluaran adalah 9 volt, sedangkan jika tegangan pada terminal negative lebih besar maka tegangan keluarannya adalah 0 volt.

Dari semua yang sudah kita bahas tentang rangkaian ADC, dapat kita simpulkan bahwa semakin rapat range pembagian yang digunakan maka keluaran yang didapat akan semakin bagus bahkan mendekati kata sempurna. Dengan begitu pembalikan kembali sinyal keluaran menjadi sinyal analog akan lebih mudah untuk dilakukan. Tetapi semuanya juga tergantung dari aplikasi dan kegunaan rangkaian tersebut, bisa saja penggunaan range yang lebih rapat malah akan menjadi sia-sia manakala aplikasi dari rangkaian tersebut hanya menuntut kegunaan yang lebih sederhana. Baca juga artikel menarik lainnya seperti Rangkaian TV dan Rangkaian Sensor.

No Responses

  1. Pingback: Rangkaian Counter | Rangkaian Elektronika August 28, 2013

Leave a Reply