Rangkaian Charger Baterai

Rangkaian Charger Baterai dirancang sebagai sumber tegangan konstan dengan koefisien temperatur negatif. Transistor Q1 (BD 140) digunakan sebagai sensor suhu. transistor Q2 digunakan untuk mencegah baterai dari pemakaian melalui R1 bila daya listrik tidak tersedia. Rangkaian Charger Baterai ini dirancang berdasarkan pada IC regulator tegangan LM350. Tegangan keluaran dari pengisi daya dapat disesuaikan antara 13-15 V dengan memvariasikan POT R6.

Rangkaian Charger Baterai

Gambar Skema Rangkaian Charger Baterai

LM350 akan mencoba untuk menjaga drop tegangan antara pin input dan output pin pada nilai konstan 1.25V. Sehingga akan ada aliran arus konstan melalui resistor R1. Q1 bertindak sini sebagai sensor suhu dengan bantuan komponen R6/R3/R4 yang mengendalikan lebih atau kurang arus basis Q1. Sebagai sambungan emitor / base transistor Q1, sama seperti semikonduktor lain, berisi koefisien suhu dari-2mV / ° C, tegangan output juga akan menunjukkan koefisien suhu negatif. Yang satu ini hanya faktor dari 4 besar, karena variasi dari emitor / dasar Q1 dikalikan dengan faktor pembagian P1/R3/R4. Hal ini menyebabkan pada sekitar-8mV / ° C. LED akan menyala setiap kali daya listrik tersedia.

Berikut ini adalah tips-tips untuk merawat baterai Handphone agar dapat lebih tahan lama:

  1. Jika anda sering menggunakan rangkaian charger baterai, sebaiknya Handphone dalam keadaan mati.Jika Handphone meyala akan terjadi arus keluar masuk secara bergantian yang akan mengakibatkan rusak molekul pada baterai. Ini juga akan mengakibatkan terjadinya memori efek pada baterai.Apalagi pada saat kita Charge,lantas Handphone digunakan untuk koneksi,itu akan menambah beban pada proses kimia dalam baterai.
  2. Kurangi menerima atau menelepon di dalam mobil. Karena pada saat itu handphone berusaha keras mencari sinyal BTS (Base Transceiver Station) terdekat. Ketika kita bergerak manjauh dari BTS maka pada saat itu dia berusaha mencari sinyal pada BTS yang lebih dekat. Aktivitas seperti itulah yang memakan energi baterai lumayan besar. Apalagi kita melakukan koneksi internet dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi.
  3. Saat akan mencharge baterai Handphone, sebaiknya Handphone dikeluarkan dari Leather case/sarung Handphone karena pengisian baterai dapat menimbulkan panas yang bisa dapat menyebabkan umur ponsel dan baterainya menurun.
  4. Jangan sering-sering Charging di mobil.Saat mengisi baterai dalam kendaraan,kita menggunakan pemantik api sebagai sambungan.Voltase pada kendaraan sering tidak stabil,sehingga dapat mengakibatkan tidak stabilnya arus listrik masuk kedalam baterai.
  5. Jika umur baterai telah lebih dari enam bulan, sering-seringlah membersihkan pin emas dan konektor baterai dengan cotton bud atau tissue.
  6. Matikan fungsi-fungsi yang tidak peting dan tidak perlu untuk digunakan. Misalnya Bluetooth,kamera aktif, Vibrate, GPRS, sering menyalakan Led badan ponsel, screensaver yang cepat, mengaktifkan Backlight siang hari, sering buka tutup sliding dan multitasking.
  7. Berhematlah saat anda mengaktifkan mp3, radio, bluetooth dan bermain games.

Rangkaian Charger Baterai ini akan dengan cepat dan mudah mengisi hampir semua baterai asam timbal. Demikian penjelasan singkat tentang rangkaian charger baterai, semoga artikel rangkaian kali ini berguna dan bermanfaat bagi anda yang sudah membacanya. Baca juga artikel elektronika lainnya, seperti Rangkaian Saklar Ultrasonik, Rangkaian Waktu Tunda, Rangkaian Listrik dan Rangkaian Pemancar FM Stereo.

Leave a Reply