Rangkaian Lampu Emergency

Rangkaian Lampu Emergency atau lampu darurat sangat penting jika listrik dari PLN mati. Lampu darurat akan menyala otomatis jika sumber daya listrik dari PLN tersebut mati. Tentunya kehadiran lampu emergency ini bisa membantu anda sebagai alat penerangan di dalam gelap. Banyak macam bentuk rangkaian lampu emergency ini. Mulai dari menggunakan lampu neon sebagai penerangan hingga ke lampu LED. Perbedaannya adalah dari segi daya dan hemat. Lampu LED hanya membutuhkan daya lebih sedikit dibanding lampu neon. Hal lain adalah lampu LED jauh lebih hemat dibandingkan dengan lampu neon. Tentunya lama waktu hidup dari lampu LED akan jauh lebih lama dari lampu neon.

Gambar Skema Rangkaian Lampu Emergency

Rangkaian Lampu Emergency

Untuk membuat rangkaian lampu emergency sederhana ini, tidak memerlukan komponen-komponen yang cukup rumit. Anda bisa mendapatkannya di toko-toko elektronik di sekitar tempat tinggal anda. Yang cukup besar atau sedikit sulit adalah komponen trafo set up yang mampu membuat atau menghasilkan tegangan sebesar 350 V dengan input yang hanya sebesar 12 V DC. Dan untuk membuat rangkaian lampu emergency ini, komponen yang dibutuhkan adalah :

C1: 100uf 25 V Electrolytic Capacitor
C2, C3 : 0.01uf 25 V Ceramic Disc Capacitor
C4 : 0.01uf 1 KV Ceramic Disc Capacitor
R1 : 1K ¼ W Resistor
R2 : 2.7K ¼ W Resistor
Q1 : IRF510 MOSFET
U1 : TLC555 Timer IC
T1 : 6V 300 mA Transformer
Dan, Lampu : 4 W Fluorescent Lamp (neon) sebagai penerangannya.

Semua komponen tersebut bisa anda rangkai di papan PCB yang juga bisa anda dapatkan di toko-toko elektronik atau listrik. Dan jangan lupa menambahkan pendingin atau heat sink yang digunakan untuk mendinginkan transistor Q1 agar tidak panas dan cepat rusak. Dalam melakukan proses merangkai lampu emergency ini, hati-hati terhadap kejutan listrik yang terjadi pada lampu neon atau lampu emergency ini. Semoga artikel rangkaian lampu emergency ini bisa memberikan sedikit ilmu dan pengetahuan yang bisa berguna bagi anda.

Leave a Reply