Rangkaian Osilator Sederhana

Rangkaian Osilator Sederhana yang akan kita bahas kali ini menggunakan IC Op-amp sebagai komponen penghubung. Pada umumnya rangkaian osilator tidak terlepas dari sifat rangkaian penguatan op-amp. Hanya saja memanfaatkan sifat pengisian dan pengosongan kapasitor sebagai pencipta kondisi ayunan sinyal. Coba lihat pada input positif op-amp, sinyal input diperoleh dari pembagian tegangan antara rangkaian resonansi RC seri dan RC paralel. Dimana dari rangkaian inilah proses pembangkitan sinyal yang berbentuk sinusoidal.

Berdasarkan jenisnya, rangkaian osilator sederhana dibedakan menjadi 2, yaitu :

  • Rangkaian Osilator RC

Osilator ini paling sering digunakan untuk tahanan dan kapasitor sebagai penentu frekuensinya. Osilator jenis ini paling mudah untuk dirangkai, namun memiliki ketelitian frekuensi yang rendah. Untuk membuat rangkaian osilator RC sederhana, kita hanya perlu menggunakan satu gerbang. Frekuensi dari osilator ini ditentukan oleh tahanan R, kapasitor C dan impedansi masukan dari inverter yang digunakan.

  • Rangkaian Osilator Kristal

Mengapa disebut osilator kristal? Karena osilator ini hanya menggunakan kristal kwarsa sebagai komponen penentu frekuensinya. Kristal kwarsa memiliki frekuensi resonan yang ditentukan oleh ketebalan itu sendiri. Pada umumnya, frekuensi resonan berbanding terbalik dengan ketebalannya. Seperti telah dinyatakan sebelumnya, pada beberapa aplikasi dibutuhkan clock dengan frekuensi yang sangat teliti. Clock seperti ini tidak dapat dibangkitkan dengan menggunakan osilator RC karena tingkat ketelitian osilator ini sangat rendah. Sebagai gantinya digunakan osilator kristal.

Rangkaian Osilator Sederhana

Gambar Skema Rangkaian Osilator Sederhana

Rangkaian osilator sederhana adalah suatu objek atau data yang bergerak maju mundur di antara dua titik. Dengan kata lain, osilator adalah suatu item yang akan selalu berada di antara titik A atau titik B. Analoginya adalah seperti ketika Anda menekan tombol saklar lampu. Untuk mencari nilai frekuensi dari rangkaian di atas Anda bisa menggunakan rumus 2*pi*R*C. Dimana pada rangkaian diatas R=20k ohm and C=10nF. Dioda zener yang dipasang terbalik berpasangan berfungsi supaya sinyal yang dihasilkan tidak seperti sinyal kotak melainkan sinyal sinusoidal yang sempurna. Anda bisa saja mengganti tegangan supply menjadi +9V & -9V jika Anda tidak mempunyai supply 15 V, tetapi sinyal output yang dihasilkan akan mempunyai tegangan maksimal 9 volt.

Hanya dengan menggunakan satu buah IC Op-Amp dan beberapa buah resistor dan kapasitor serta dua buah dioda. Anda bisa menggunakan dioda zener 5 volt untuk kedua dioda zener di atas. Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian osilator sederhana, semoga artikel kali ini berguna dan bermanfaat bagi yang membaca. Baca juga artikel elektronika lainnya, seperti Rangkaian Charger Baterai, Rangkaian Saklar Ultrasonik dan Rangkaian Waktu Tunda.

No Responses

  1. Pingback: Rangkaian Flip Flop | Rangkaian Elektronika January 14, 2015

Leave a Reply