Rangkaian Phone Broadcaster

Rangkaian Phone Broadcaster adalah rangkaian sederhana namun sangat berguna yang dapat digunakan untuk menguping/menyadap percakapan telepon. Rangkaian ini juga dapat digunakan sebagai penguat telepon nirkabel. Salah satu fitur penting dari perangkat ini adalah bahwa rangkaian memperoleh kekuasaannya langsung dari saluran telepon aktif, dan dengan demikian menghindari penggunaan setiap baterai eksternal atau pasokan listrik lainnya. Hal ini tidak hanya menghemat banyak ruang tetapi juga uang. Mengkonsumsi arus yang sangat rendah dari saluran telepon tanpa mengganggu kinerjanya.

Rangkaian phone broadcaster ini sangat kecil dan dapat dibuat dengan menggunakan IC veroboard tipe tunggal yang dapat dengan mudah dipasang dalam sebuah kotak sambungan telepon dari 3,75 cm x 5 cm. Pesawat ini terdiri dari dua bagian, yaitu, bagian switching otomatis dan bagian pemancar FM.

Gambar Skema Rangkaian Phone Broadcaster

Rangkaian Phone Broadcaster

Bagian switching otomatis terdiri dari resistor R1- R3, preset VR1, transistor T1 dan T2, D2 zener, dan dioda D1. Resistor R1, bersama dengan VR1 preset, bekerja sebagai pembagi tegangan. Bila tegangan melintasi garis 48V DC telepon, tegangan tersedia di wiper VR1 preset berkisar dari 0 sampai 32V (disesuaikan). Tegangan switching rangkaian tergantung pada tegangan breakdown zener (di sini 24V) dan tegangan switching dari transistor T1 (0,7 V).

Jadi, jika kita menyesuaikan VR1 preset untuk mendapatkan lebih dari 24,7 volt, maka akan menyebabkan kerusakan zener dan transistor T1 untuk bekerja. Sebagai sebuahg kolektor hasil dari transistor T1 akan mendapatkan tarikan ke arah pasokan negatif, untuk memotong transistor T2. Pada tahap ini, jika Anda mengangkat handset telepon, tegangan listrik turun menjadi sekitar 11V dan transistor T1 terputus. Akibatnya, transistor T2 mendapat bias maju melalui resistor R2, untuk menyediakan jalur DC untuk transistor T3 digunakan dalam bagian pemancar FM berikut.

Bagian daya rendah pemancar FM terdiri dari osilator transistor T3, L1 kumparan, dan beberapa komponen lainnya. Transistor T3 bekerja sebagai osilator RF-emitor umum, dengan transistor T2 melayani sebagai saklar ‘on’ / ‘off’. Sinyal audio yang tersedia di saluran telepon otomatis memodulasi frekuensi osilator transistor T2 melalui R3 bersama dengan seri resistor bias nya. Sinyal RF termodulasi diumpankan ke antena. Percakapan telepon dapat didengar pada penerima FM jarak jauh ketika disetel ke frekuensi pemancar FM.

Selama pengujian dari rangkaian phone broadcaster diamati bahwa telepon yang digunakan memberikan nada sibuk ketika dipanggil oleh setiap penelepon. Penambahan resistor R5 dan kapasitor C6 diperlukan untuk pembetulan kesalahan. Demikian penjelasan singkat dari rangkaian phone broadcaster, semoga berguna dan bermanfaat. Baca juga artikel lainnya, tentang Rangkaian Regulator Variable Sederhana dan Rangkaian Power Supply Variable.

Leave a Reply