Rangkaian Sensor Gas

Rangkaian Sensor Gas adalah rangkaian yang memiliki peran sangat penting karena mempengaruhi kriteria untuk mendeteksi gas LPG. Rangkaian sensor digunakan untuk mendeteksi kadar gas LPG secara terus menerus dan selalu mengetahui setiap keluaran tegangan analog yang kemudian diolah atau diproses oleh mikrokontroler.

Sensor gas secara umum akan mendeteksi adanya perubahan kimiawi yang terjadi dalam ruangan sensor gas tersebut, sehingga biasanya akan ditempatkan pada ruangan yang tertutup. Rangkaian sensor gas akan terbentuk dari permukaan luar kristal. Tegangan yang terebntuk akan menghambat laju aliran elektron dalam suatu rangkaian.

Di dalam sensor gas, arus elektrik akan mengalir melewati daerah sambungan yang terdapat dari kristal SnO2. Pada daerah sambungan tersebut, penyerapan oksigen mencegah muatan untuk bergerak bebas. Jika konsentrasi dalam sensor gas menurun, proses deoksidasi akan terjadi, sehingga muatan negative oksigen akan berkurang dan mengakibatkan menurunnya ketinggian penghalang dari daerah sambungan.

Rangkaian Sensor Gas

Gambar Skema Rangkaian Sensor Gas

Spesifikasi dari Rangkaian Sensor Gas dapat mendeteksi gas butana dan LPG dalam range 500 sampai 10.000 ppm. Sensor ini akan bekerja berdasarkan perubahan gas terhadap resistansi dari sensor tersebut. Semakin besar kandungan gas dalam LPG, maka semakin kecil resistansinya dan semakin kecil kandungan dari gas LPG yang di terimanya maka resistansinya akan semakin besar.

Sensor gas LPG TGS2610 merupakan salah satu sensor utama yang terdapat kandungan kimia. Sensor ini memiliki niali resistansi yang akan berubah bila terkena gas yang mewakili gas LPS di udara yaitu gas metana dan ethanol. Sensor LPG ini mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap dua jenis gas tersebut. Jika sensor gas mendeteksi keberadaan gas dengan tingkat konsentrasi tertentu, maka sensor akan menganggap gas LPG di udara.

Prinsip kerja Rangkaian Sensor Gas hanya terdiri dari sebuah lapisan silikon dan dua buah elektroda pada masing-masing sisi silikon. Hal ini akan menghasilkan perbedaan tegangan pada outputnya ketika lapisan silikon di aliri arus listrik. Tanpa adanya gas LPG yang terdeteksi, arus yang mengalir pada silikon akan tepat berada di tengah-tengah silikon dan menghasilkan tegangan yang sama antara elektroda sebelah kiri dan elektroda sebelah kanan.

Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian sensor gas, semoga rangkaian kali ini berguna dan bermanfaat bagi pembaca setia Rangkaianelektronika.biz. Baca juga artikel rangkaian lainnya, seperti Rangkaian Campuran, Rangkaian Pompa Air dan Rangkaian Pengisi Accu.

Leave a Reply