Rangkaian Timer

Rangkaian Timer adalah rangkaian elektronika yang digunakan sebagai multivibrator atau pembangkit frekuensi dimana nantinya kita dapat mengendalikan waktu untuk nyala ataupun mati. IC NE555 yang digunakan merupakan IC pewaktu atau timer. Rangkaian ini dipakai untuk menentukan jumlah waktu tunda dengan sangat tepat, tidak seperti op amp 741 yang hanya mampu memberikan tegangan output tinggi atau rendah.

Didalam dunia elektronika sendiri, timer banyak digunakan sebagai pembuat jam digital. Di pasaran sendiri telah banyak sekali komponen elektronika berupa IC yang dapat digunakan langsung sebagai timer. Contoh yang paling sederhana adalah IC LM555 dan sejenisnya namun kita tetap harus membutuhkan komponen tambahan. Tetapi kali ini saya akan membuat rangkaian timer dengan menggunakna transistor. Besarnya nilai timer didapat dari 1 RC. Transistor nantinya akan berfungsi sebagai saklar.

Berikut ini gambar skema rangkaian timer

Rangkaian Timer

Daftar Komponen yang dibutuhkan

Q = Transistor BC546 (2 buah)
R var = Potensiometer 50k (2 buah)
R = Resistor 1/2 W 1k
C = Kapasitor 100uF 10 V (2 buah)
LED 0,5mm
Battery 1.5 Volt (2 buah)

Cara kerja rangkaian timer sebenarnya merupakan pengisian dan pengosongan capasitor pada basis kedua transistor. Lamanya pengisian dan pengosongan tergantung dari banyaknya arus yang melewati resistor menuju kapasitor dan juga diikuti besarnya kapasitas tampungan kapasitor. Pada gambar skema diatas dapat kita lihat 2 rangkaian identik, tujuannya agar proses pengisian dan pengosongan 2 buah kapasitor secara bergantian.

Proses pengosongan kapasitor sendiri terjadi pada saat transistor yang saturasi. Terjadinya saturasi dikarenakan tegangan kapasitor di basisnya yang telah mencapai tegangan buka transistor. Indikasi pewaktu dapat kita lihat dari LED yang menyala dan mati secara sequensial. Transistor BC109C berfungsi sebagai switch elektronis yang mengaktifkan relay ketika output dari pin 3 IC NE555 mencapai 2/3 Vcc. Tegangan output dari IC akan memberi picu pada transistor melalui basis, dengan demikian arus dari kolektor mengalir ke emitor menuju ground. Coil relay akan aktif dan kaki NO (Normally open) menjadi close. Sehingga LED menyala.

Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian timer, semoga rangkaian kali ini berguna dan bermanfaat bagi pengunjung setia www.rangkaianelektronika.org. Baca juga artikel rangkaian lainnya, seperti Rangkaian Remote Control, Rangkaian Penyearah dan Rangkaian Lampu Berjalan.

No Responses

  1. Pingback: Rangkaian Relay | Rangkaian Elektronika June 25, 2014

Leave a Reply